Tuesday, January 27, 2009

Water Birth

Melahirkan di air atau water birth, masih belum populer di telinga kita, meski sudah ada dua proses persalinan yang berlangsung dengan metode ini. Berbeda dengan di beberapa negara Asia lain, metode ini justru menjadi pilihan utama ibu untuk melahirkan.

Di negara kita, tak semua rumah sakit dilengkapi fasilitas untuk persalinan dengan metode ini. Selain dibutuhkan tenaga medis yang terlatih, pihak rumah sakit harus memilliki kolam bersalin berdesain khusus (birth pool). Sterilitas air perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi yang dilahirkan.


Manfaat Water Birth

Bagi ibu :

Para pakar kesehatan di bidang ginekolog mengakui bahwa melahirkan dalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain.

Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis.
Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.
Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.

Bagi bayi :

Menurunkan risiko cedera kepala bayi.
Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.
Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.

Ada 2 metode water birth

Water birth murni -> Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 sampai proses melahirkan terjadi.
Water birth emulsion -> Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur.

Risiko

Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi.
Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan.
Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.

sumber : Conectique.com

Wednesday, January 14, 2009

Jangan Anggap Sepele Demam

Tatkala si kecil tiba-tiba rewel, gelisah, menangis terus disertai suhu panas, apa tindakan pertama yang bisa kita lakukan?

Setiap anak dapat dipastikan pernah sakit. Entah itu masuk angin, flu, pilek, batuk, atau diare. Apalagi pada tahun pertama. Si kecil baru saja sembuh dari pilek, eh, minggu berikutnya batuk-batuk.

Tentu saja itu tak sepenuhnya kesalahan orangtua. Jadi, tak perlu buru-buru menyalahkan diri sendiri karena tak semua penyakit anak diakibatkan keteledoran orangtua. Nah, daripada berkutat dengan rasa bersalah, lebih baik kenali tanda-tanda si kecil yang sedang sakit sehingga Anda pun bisa segera mewaspadai setiap gejala yang muncul. Dengan demikian, Anda pun bisa mengambil langkah yang tepat dalam penanganannya.

"Gejala umum dari suatu penyakit biasanya demam," tutur dr. Heru Sobiran DSA, dari RS Mitra Keluarga. Demam ditandai dengan kenaikan suhu tubuh. Ini pertanda, sistem kekebalan tubuh si kecil sedang bekerja melawan infeksi, yang biasanya ditimbulkan oleh virus atau bakteri.

PENANGANAN DI RUMAH

Jika sakit, si kecil memang akan menampakkan perubahan, baik dari segi fisik maupun tingkah laku. Misalnya, ia jadi rewel, gampang menangis, lesu, gelisah, serta sulit tidur. Selera makannya pun turun sementara di sisi lain ia kerap buang air besar dengan kotoran yang lebih cair. Sebaliknya, buang air kecilnya malah menjadi jarang.

Karena suhu tubuhnya meninggi, wajahnya kelihatan memerah dengan mata yang selalu berair. Kendati tidak umum, biasanya muncul juga kesulitan bernapas. Setidaknya, napasnya menimbulkan bunyi.

Dengan mengenali gejala-gejala di atas, bisa dipastikan si kecil sedang sakit. Umumnya sebagai orangtua, Anda akan langsung membawanya ke dokter. Kendati demikian, Anda sebetulnya masih bisa menanganinya di rumah. Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh Anda.

* Ukur suhu tubuhnya dengan termometer. Batas toleransi suhu tubuh pada anak adalah 38,3 derajat Celcius.
* Kompres si kecil di daerah kepala, ketiak, selangkangan, dengan menggunakan air dingin/es.
* Jika si kecil sudah berusia di atas 3 bulan, Anda bisa memberinya obat penurun panas yang mengandung acetaminophen. Dosisnya harus sesuai dengan petunjuk dokter, jika Anda pernah mengkonsultasikannya.
* Usahakan agar si kecil hanya menggunakan pakaian yang tipis dan longgar. Dengan demikian ia tidak merasa kegerahan. Tempatkan ia di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Lepaskan seluruh pakaiannya, jika suhu tubuhnya meninggi. Dekap ia dalam pelukan Anda, sehingga panasnya bisa berpindah ke tubuh Anda.
* Jangan lupa untuk selalu memberinya air minum agar tidak terjadi dehidrasi.

Yang perlu dicatat, demam yang muncul pada si kecil hanya merupakan gejala dari sakit yang sesungguhnya. Pemeriksaan dokter akan memunculkan diagnosa penyakit si kecil. Kadang-kadang si kecil menjadi demam karena ia flu. "Tetapi, orangtua perlu lebih waspada jika demam ini kemudian mengarah pada sakit yang berbahaya," tutur Heru.

Patut pula diketahui oleh para orangtua bahwa demam dapat dikaitkan dengan berbagai penyakit susunan saraf pusat. Di bawah ini akan diuraikan beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala demam.

KEJANG DEMAM

Suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius bisa mengakibatkan timbulnya penyimpangan gelombang listrik otak. Akibatnya, si kecil pun kejang-kejang. Istilah populernya, step atau stuip.

Umumnya kejang demam muncul pada anak antara usia 6 bulan sampai 5 tahun. Biasanya tidak terlalu membahayakan dan bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi kejang demam juga merupakan gejala penyakit yang diderita anak. Misalnya saja, si kecil menderita ensefalitis (radang otak), meningitis (radang selaput otak), epilepsi (ayan), infeksi saraf otak, hipoglikemia (turunnya kadar gula darah), dan sebagainya.

Bila anak Anda pernah menderita kejang demam, tak ada salahnya Anda menyediakan obat penurun panas (yang mengandung paracetamol) atau obat antikejang (diazepam).

CAMPAK

Gejala-gejala penyakit ini ditandai dengan demam tinggi sekitar 38,5 derajat Celcius selama beberapa hari. Demam ini disertai batuk, hidung berlendir, dan mata merah. Masa inkubasinya berkisar antara 7 sampai 14 hari.

Suhu tubuh akan menaik terus dan baru menurun jika mulai timbul bercak. Bintik dan bentol merah timbul di wajah dan di belakang telinga, lalu menyebar ke badan dan bagian atas anggota tubuh.

CAMPAK JERMAN

Seperti halnya campak, campak Jerman (rubella) ditandai dengan demam tinggi selama beberapa hari. Biasanya dibarengi dengan pembengkakan kelenjar di bagian leher. Juga timbul bercak berwarna merah muda. Bercak ini dimulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit ini menular dengan masa inkubasi 14 sampai 21 hari. Penularan terjadi sejak 7 hari sebelum timbul bercak sampai 4 hari sesudahnya. Campak Jerman tak tergolong penyakit berat. Untuk mengatasi demam, berikan paracetamol. Sebaiknya anak tinggal di dalam rumah supaya tidak menularkan pada anak yang lain. Untuk diketahui, Ibu hamil yang terserang campak Jerman bisa menularkan pada janinnya.

CACAR AIR

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster. Munculnya ditandai dengan demam disertai dengan bintik merah yang gatal muncul di wajah dan tubuh, lalu berkembang menjadi lepuh dan pecah.

Penyakit ini menular sejak 5 hari sebelum timbul bintik sampai bintik tersebut pecah. Masa inkubasi berlangsung antara 14 sampai 21 hari. Untuk meredakan demam, si kecil bisa diberi paracetamol. Sementara itu untuk mengurangi bercak, Anda bisa menggunakan minyak atau krem yang diresepkan oleh dokter Anda. Usahakan agar si kecil tidak menggaruk karena bisa menimbulkan bekas di kulit. Biasanya dokter pun akan memberikan obat untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan oleh bintik-bintik tersebut.

GONDOK

Gejala penyakit ini ditandai dengan demam dalam beberapa hari. Bengkak dan empuk pada kelenjar di satu atau kedua sisi wajah serta tengorokan serak. Penyakit ini menular sejak 3 hari sebelum kelenjar membengkak sampai 7 hari setelah bengkaknya lenyap. Masa inkubasi penyakit gondok 12 sampai 21 hari.

DEMAM BERDARAH

Gejala demam berdarah sepintas sangat mirip dengan gejala flu, radang tenggorokan, atau campak. Suhu tubuh penderita meningkat secara tiba-tiba dengan disertai sakit kepala. Si kecil pun akan merasakan nyeri yang hebat pada otot dan tulang, mual, kadang-kadang muntah, dan disertai batuk.

Ciri lain penyakit ini adalah pembengkakan di daerah sekitar mata. Mata tampak merah, berair, dan terasa pegal jika bola mata digerakkan.

Masa inkubasi penyakit ini 3 - 15 hari. Timbul bercak-bercak merah muda pada awal demam namun menghilang dalam beberapa jam, sehingga luput dari perhatian. Bercak akan muncul lagi pada hari ketiga sampai keenam. Biasanya berupa bulatan-bulatan besar. Kemudian timbul bercak-bercak merah kecil pada lengan dan kaki yang menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh.

Bercak-bercak tersebut biasanya akan menghilang berbarengan dengan suhu tubuh yang menurun. Tetapi umumnya meninggalkan sisa gatal pada kulit yang terkena bercak.

Keadaan si kecil akan lebih parah jika menderita dengue shock syndrome (DSS). Akan terjadi syok yang ditandai oleh kulit yang lembab dan dingin, menurunya tekanan darah secara tiba-tiba, dengan disertai bagian-bagian tubuh (bibir, ujung hidung, ujung jari tangan dan kaki) yang membiru. Syok umumnya terjadi saat demam atau saat demam turun, antara hari ketiga dan ketujuh. Jika tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.

TUBERKOLOSIS

Gejala tuberkolosis (TBC) yang paling dini ditandai dengan suhu tubuh yang meninggi dan dibarengi demam. Si kecil pun kehilangan nafsu makan yang mengakibatkan turunnya berat badan.

Kemudian muncul batuk-batuk, juga sering keluar keringat di malam hari. TBC ini diakibatkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkolosis, yang tumbuh dan berkembang amat lambat sehingga TBC termasuk penyakit kronik.

Untuk mendeteksinya, dilakukan tes Mantoux, yaitu uji tuberkulin. Bila hasilnya positif berarti tubuh penderita memang sudah kemasukan basil TBC. Untuk memperkuat tes Mantoux, juga dilakukan foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan dahak.

sumber : tabloid-nakita.com

Cara Tepat Mengukur Suhu Bayi

Ada beberapa cara terbaik mengukur temperatur bayi:
1. Dengan Termometer
- Kibaskan termometer sehingga air raksanya turun ke bawah, mencapai tanda normal.
- Pangku si bayi dan kepitkan termometer di ketiaknya.
- Rapatkan lengan bayi ke tubuhnya agar termometer terjepit kuat selama 3 menit.
- Ambil termometer dan catat angkanya yang menunjukkan suhu tubuh bayi.

2.Dengan Termometer Melalui Dubur
- Pastikan air raksa dalam termometer dalam keadaan normal.
- Miringkan bayi Anda dan masukkan ujung termometer ke dalam dubur. Usahakan agar gerakan bayi tidak mengganggu pengukuran.
- Setelah 3 menit, cabut termometer. Catat angka yang menunjukkan suhu bayi. Biasanya pengukuran lewat dubur 0,5 derajat Celcius lebih tinggi dibandingkan jika dari ketiak.

3. Pita Indikator Cara lain mengukur suhu adalah dengan pita indikator suhu, yaitu lembaran plastik yang dilekatkan ke dahi si kecil. Panelnya yang peka suhu akan berubah warna sesuai temperatur tubuh. Kendati penggunaannya mudah, tetapi tingkat keakuratannya agak rendah sehingga Anda perlu menambahkan 0,5 derajat Celcius terhadap angka yang terbaca.

sumber : tabloid-nakita.com

Jenis Permainan Sesuai Usia

0 - 3 BULAN

Pada minggu-minggu pertama kelahiran, ia dapat melihat suatu obyek dalam jarak pendek, kira-kira 25 cm. Kira-kira 1-2 bulan kemudian, ia mulai dapat mengenal wajah orang dan memberikan reaksi terhadap suara atau senyum.

Penelitian menunjukkan, bayi sangat tertarik melihat wajah manusia ketimbang benda lain. Wajah Anda adalah "mainan" pertamanya. Dekatkan wajah Anda saat menggendongnya atau saat duduk di depan boksnya. Tersenyumlah dan ajak ia bicara. Ia pasti senang.
Tentu saja ia juga perlu benda-benda lain untuk dilihat. Ini penting sebagai sumber utama rangsangan sebelum ia terampil memegang. Gambar-gambar yang jelas, terang, berwarna cerah, yang berkilau seperti silver foil, sangat disukainya. Beri ia cukup waktu untuk merespon sesuatu yang Anda tunjukkan padanya, karena reaksinya masih lambat.

Letakkan benda atau mainan dalam jarak pandang yang dapat dijangkaunya lalu gerakkan benda itu secara perlahan ke kiri dan kanan. Jika matanya tak bereaksi mengikuti gerakan, ia mungkin tak melihat. Sebab itu, pastikan dulu sampai ia kira-kira ada perhatian, baru benda itu digerakkan. Sesuatu yang bergerak dan berbunyi juga disukainya. Gantungkan di boksnya mainan yang bisa bergoyang/berputar dan mengeluarkan bunyi.

Sekitar usia 1-1,5 bulan, ia mulai dapat menghubungkan pendengaran dengan penglihatannya. Jika mendengar suara, ia mulai mencari sumber suara dengan matanya. Seperti penglihatan, ia pun lebih suka mendengar suara manusia, terutama suara ayah-ibunya. Di usia 2 bulan, ia mulai bereaksi dengan bermacam-macam suara. Berbicara, menyanyi, dan membacakan cerita anak-anak dengan berbagai irama akan sangat menyenangkannya.

Saat ganti popok juga bisa dijadikan kesempatan bermain dengannya. Gerak-gerakkan kakinya atau gelitik lembut telapak kakinya. Ia pasti suka. Begitu pun saat mandi, dininabobokan, dan lainnya.
Sentuhan dan usapan Anda di wajah dan seluruh tubuhnya, akan mengembangkan indera perabanya. Ini juga penting untuk mengembangkan rasa diterima dan menumbuhkan rasa percaya diri.

3 - 6 BULAN

Mulai usia 3 bulan, ia suka memiringkan badannya ke satu sisi saat berbaring. Rangsang ia dengan mainan berwarna mencolok atau berbunyi agar ia berusaha menjangkau mainan itu dengan tangannya yang di sebelah atas, sehingga badannya ikut bergerak. Dengan melakukan permainan ini berulang-ulang, akhirnya ia bisa tengkurap sendiri.

Sekitar usia 4 bulan, ia senang sekali bila digendong dalam posisi duduk. Usia 6 bulan, ia dapat duduk tanpa dibantu meski hanya beberapa menit. Dudukkan ia di atas kedua lutut Anda dan pegang kedua lengannya, lalu perlahan sentakkan ia ke atas dan ke bawah. Ia pasti gembira. Sepanjang usia ini, ia suka sekali menyentuh, menggenggam, menggoyangkan dan menarik apa saja. Sediakan mainan yang ringan dan berwarna dengan ukuran pas untuk ia pegang dan genggam. Ia akan lebih suka jika mainannya itu juga bersuara dan taruh di dalam jarak yang bisa ia jangkau.

Beri mainan yang bersuara jika disentuh/ditendang, gantung rendah di boksnya agar kaki kecilnya bisa menendang mainan itu. Untuk mencegah kecelakaan, jangan lupa memindahkan mainan itu segera setelah ia terampil mengangkat kepala dan dadanya (sekitar usia 5 bulan).

Ia sangat menyukai orang-orang dan tertarik dengan gerak tubuh serta ekspresi wajah mereka. Bimbing tangannya yang mungil untuk menyentuh bagian-bagian tubuh Anda sambil menyebutkan nama-nama bagian tubuh itu. Permainan lain yang dapat Anda lakukan, pegang ia pada kedua ketiaknya dan ayunkan ke atas dengan gerakan lembut.

6 - 9 BULAN

Mulai usia 6 bulan, periode waktu bangunnya dalam satu waktu sekitar 2-3 jam, sehingga waktu bermainnya lebih panjang. Saat terjaga, ia tak mau lagi hanya berada dalam posisi tidur telentang. Ia pasti akan berguling dan berusaha duduk atau merangkak. Letakkan mainan kesukaannya dalam jarak tertentu untuk merangsangnya belajar merangkak.

Sekitar usia 8-9 bulan, ia dapat duduk tanpa dibantu, meski belum sepenuhnya dapat menguasai keseimbangan tubuhnya. Banyak bayi belajar duduk dan merangkak secara bersamaan. Umumnya, di usia 10 bulan ia sudah dapat duduk kokoh dan merangkak ke mana pun ia mau.

Di usia ini, ia praktis butuh lebih banyak permainan. Buatkan aneka mainan dari barang-barang yang tersedia di rumah, seperti cangkir plastik, boks sepatu, botol plastik, dan lainnya. Jika ia menolak sebuah mainan yang tak familiar (ini sering terjadi), letakkan di sampingnya dan coba lagi nanti. Beri tahu cara menggunakan sebuah mainan, tapi jangan dorong ia untuk bermain dengan cara yang "benar" karena hanya akan membuatnya frustrasi.

Permainan tanpa alat seperti cilukba atau petak-umpet juga menyenangkannya. Ia akan tertawa gembira saat melihat wajah Anda kembali. Atau dudukkan ia di bahu Anda sehingga ia lebih tinggi daripada Anda. Ia akan gembira oleh pemandangan baru. Atau angkat ia tinggi-tinggi ke udara. Ia pasti senang.

9 - 12 BULAN

Setelah bisa duduk mantap, waktu mandi menjadi waktu bermain yang menyenangkan. Mainan seperti bebek, perahu, gelas dari plastik, bisa digunakan. Dapat juga Anda mengajaknya bermain di halaman dengan menggunakan ember berisi air. Ajak ia memercikkan air, menuangkan air dari gelas dan mengapungkan mainan. Ia pasti senang.
Bermain menangkap bola juga bisa dilakukan setelah ia dapat duduk. Duduklah berhadapan dengannya, lalu gelindingkan bola ke arahnya. Pasangan Anda atau anggota keluarga lain duduk di belakangnya, membantu ia menerima bola dan menggelindingkan kembali ke Anda. Pilih bola dari bahan ringan dengan warna menarik.

Di usia ini, ia senang menjatuhkan sesuatu mainan ke lantai dan Anda mengambilkannya, lalu ia menjatuhkannya lagi dan Anda kembali mengambilkannya. Tentu saja Anda perlu sabar. Karena permainan ini penting baginya untuk belajar mengerti bahwa jika ia menjatuhkan sesuatu, maka benda itu akan tetap berada di bawah. Beri ia benda-benda yang tak dapat pecah atau menggelinding jauh.

Ia pun menyukai permainan mengeluarkan dan memasukkan mainan dari dan ke dalam sebuah wadah. Boks (kardus atau boks plastik) dan beberapa balok warna-warni ukuran 5 cm bisa diberikan padanya. Setelah ia berhasil mengeluarkan semua balok-balok itu, ia akan memasukkannya kembali satu demi satu. Begitu terus berulang-ulang sampai ia puas.

Sekitar usia 10 bulan, ia mulai belajar berdiri. Sebulan kemudian, ia sudah bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pada kursi atau tepi tempat tidur. Ini mendorongnya untuk belajar jalan. Acungkan mainan favoritnya untuk mendorongnya belajar berdiri tanpa berpegangan, atau tuntun kedua tangannya saat belajar jalan. Ia pasti senang.

Di usia ini, ia juga senang dinyanyikan, diceritai, dan dibacakan dongeng. Kebanyakan bayi menyenangi siaran radio dan TV dan melihat gambar-gambar. Khusus TV, sebaiknya Anda tak membiasakan ia sering "nonton" TV untuk menghindari kemungkinan ia kelak akan kecanduan nonton.

sumber : tabloid-nakita.com

Senam Hamil


Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Kehamilan

Pada ibu hamil sangat dibutuhkan tubuh yang sehat dan bugar, diupayakan dengan makan teratur, cukup istirahat dan olah tubuh sesuai takaran. Dengan tubuh bugar dan sehat, ibu hamil tetap dapat menjalankan tugas rutin sehari-hari, menurunkan stres akibat rasa cemas yang dihadapi menjelang persalinan.

Jenis olah tubuh yang paling sesuai untuk ibu hamil adalah senam hamil, disesuaikan dengan banyaknya perubahan fisik seperti pada organ genital, perut kian membesar dan lain-lain. Dengan mengikuti senam hamil secara teratur dn intensif, ibu hamil dapat menjaga kesehatan tubuh dan janin yang dikandung secara optimal.

Senam hamil adalah adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman dan spontan.
Sebelum memulai senam hamil, lakukan dulu gerakan pemanasan sehingga peredaran darah dalam tubuh akan meningkat dan oksigen yang diangkut ke otot-otot dan jaringan tubuh bertambah banyak, serta dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kejang/luka karena telah disiapkan sebelumnya untuk melakukan gerakan yang lebih aktif.

Kapan dianjurkan mengikuti senam hamil? Jika kandungan mencapai 6 bulan ke atas, lakukan senam hamil, kecuali ada kelainan tertentu pada kehamilan. Sebelum memutuskan mengikuti senam hamil, diskusikan kondisi kehamilan dengan dokter atau bidan.

Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan dengan lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal berlangsung relatif cepat.
Bagaimana gerakan dasar senam hamil? Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti di rumah:
1. Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan
sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari
2. Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu.
Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai.
Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang
diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya
turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding
perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
3. Lakukan sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan lalu
menoleh ke samping kanan/kiri, selanjutnya turunkan badan hingga dada menyentuh
kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi
tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai
kekuatan ibu hamil
4. Berbaring miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung bayi), lutu kanan
diletakkan di depan lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan kanan ditekuk di
depan dan lengan kiri letakkkan di belakang
5. Bernaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi
bantal, demikian juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Tutup mata,
tenang, atur nafas dengan berirama.
6. Berbaring telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan
kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin,
ketupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke
depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan
ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.

sumber: hanyawanita.com

HypnoBirthing, Teknik Melahirkan Minus Rasa Takut

Oleh Evariny A. untuk HypnoBirthing®

Melahirkan dengan cara terapi hipnotis? Kenapa nggak? Konon melahirkan dengan teknik ini banyak memberi manfaat bagi calon ibu, antara lain rasa nyaman, berkurangnya rasa sakit (bahkan ada yang tidak merasakan sakit sama sekali) hingga rasa bahagia.

Wah, jadi penasaran…

HypnoBirthing merupakan sebuah paradigma baru dalam pengajaran melahirkan secara alami. Teknik ini mudah dipelajari, melibatkan relaksasi yang mendalam, pola pernapasan lambat dan petunjuk cara melepaskan endorfin dari dalam tubuh (relaksan alami tubuh) yang memungkinkan calon ibu menikmati proses kelahiran yang aman, lembut, cepat dan tanpa proses pembedahan.

HypnoBirthing dicetuskan berdasarkan buku yang ditulis oleh pakar ginekologi Dr. Grantly Dick-Read, yang memublikasikan buku Childbirth Without Fear pada 1944. Terapi HypnoBirthing selanjutnya dikembangkan oleh Marie Mongan, pendiri HypnoBirthing Institute.

Terapi ini mengajarkan para ibu untuk memahami dan melepaskan Fear-Tension-Pain Syndrome yang seringkali menjadi penyebab kesakitan dan ketidaknyamanan selama proses kelahiran.

Saat kita merasa takut, tubuh mengalihkan darah dan oksigen dari organ pertahanan non esensial menuju kelompok otot besar di wilayah kaki dan tangan. Akibatnya, area wajah ‘ditinggalkan’, makanya ada ungkapan “pucat karena ketakutan”. Dalam situasi yang menakutkan, tubuh mempertimbangkan bahwa uterus atau rahim dipandang sebagai organ ‘tidak penting’ . Menurut Dr. Dick-Read, rahim pada perempuan yang ketakutan secara kasat mata memang tampak putih. Wah.

HypnoBirthing mengeksplorasi mitos bahwa memang rasa sakit adalah hal yang wajar dan dibutuhkan saat melahirkan normal. Saat perempuan yang melahirkan terbebas dari rasa takut, otot-otot di tubuhnya termasuk otot rahim akan mengalami relaksasi, yang akan membuahkan proses kelahiran yang lebih mudah dan bebas stres.

Dalam beberapa kasus, tahapan proses kelahiran juga menjadi lebih pendek, mengurangi kelelahan selama perjuangan melahirkan bayi dan ibu akan tetap segar, penuh energi setelah melahirkan.
“Bisa dikatakan HypnoBirthing membuat Anda melahirkan bebas dari rasa takut, tidak bebas dari rasa sakit, meskipun beberapa perempuan mengalami proses melahirkan tanpa rasa sakit sama sekali,” ujar Mongan. “Mengurangi ketakutan akan membuat tubuh ibu bekerja seperti yang seharusnya.”
Mempelajari sebuah bahasa baru melahirkan merupakan kesatuan dalam pelatihan HypnoBirthing. Misalnya, ketimbang fokus pada kontraksi, seorang ibu yang mendalami HypnoBirthing mengalami sebuah ‘gelora’. Saat alam bawah sadar ibu menerima kata ‘gelora’, tubuhnya menciptakan jawaban fisiologis seketika, sebuah respon yang amat berbeda dari kata ‘kontraksi’.

Dengan memahami betapa efektifnya jawaban tubuh terhadap proses melahirkan yang lebih lembut, seorang ibu HypnoBirthing memiliki keahlian secara lisan dan visual mengenai kemampuan alaminya dalam mengikuti cara alami ideal melahirkan.
Secara cepat ibu akan belajar mempercayai insting melahirkan pada tubuhnya, bahwa tubuhnya diciptakan untuk bekerja dalam irama yang selaras saat mengeluarkan bayi ke dunia.
“Ada perbedaan besar antara HypnoBirthing dan kelas pendidikan melahirkan lainnya, dan ini bukanlah hanya potongan hipnotis. HypnoBirthing lebih menekankan melahirkan dengan cara positif, lembut, aman dan bagaimana mencapainya denganmudah,” ujar Mongan.

Pada 1958, The American Medical Association menyetujui terapi dengan menggunakan hipnotis, meski sejuah ini terapi hipnotis yang dipakai untuk memudahkan proses kelahiran bayi belum banyak diketahui publik.

sumber : hanyawanita.com

Susu Soya, Solusi Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi adalah reaksi simpang dari sistem imunitas tubuh terhadap protein susu sapi, dengan gejala klinis yang dapat menyerang saluran pencernaan, kulit ataupun saluran pencernaan setelah mengkonsumsi produk yang mengandung susu sapi.

Susu Soya pilihan alternatif bagi si kecil penderita lactose intolerance.

Lactose intolerance merupakan gabungan dari gejala klinis seperti kembung, nyeri, sering buang anging & diare setelah mengkonsumsi produk yang mengandung laktosa yang banyak terdapat pada susu sapi.
Hal ini disebabkan oleh defisiensi enzim laktase pada usus kecil, sehingga apabila jumlah laktase tidak tersedia maka laktosa tidak dapat dicernakan.
Susu Soya telah lama menjadi pilihan alternatif susu sapi. Susu Soya mengandung protein soya yang telah dimurnikan. Lemak pada susu soya berasal dari minyak tumbuhan. Semua susu soya bebas dari Laktosa dan diperkaya oleh L-methione, taurin, karnitin, protein tinggi (sumber penting dari Kalsium), Vitamin D, fiber dan zat besi sehingga soya tetap dapat memenuhi semua nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

Jaga Kualitas ASI

Di era modern ini banyak sekali terjadi pencemaran baik di sumber air dan makanan. Oleh sebab itu diperlukan usaha untuk menjaga kualitas ASI agar benar-benar prima.

1. Hindari asap knalpot kendaraan bermotor, di jalan maupun pada saat memanaskan
kendaraan.
2. Minum dari sumber yang bersih, seperti air kemasan bereputasi baik yang asli,
bukan air tanah dari lingkungan industri.
3. Waspada terhadap pencemaran di kawasan industri.
4. Waspada terhadap ikan atau seafood, sewaktu membeli dari supermarket atau pasar,
karena bisa jadi mengandung logam berbahaya bila ditangkap dari perairan yang
tercemar.
5. Waspada memilih produk olahan, seperti bakso, tahu dan mi, yang kemungkinan
mengandung boraks dan Batasi mengkonsumsi karena mengandung unsur garam dan MSG
yang tinggi.
6. Makan sayuran dan buah organik yang ditanam sendiri, atau dari sumber terpercaya,
untuk mewaspadai terhadap unsur pestisida.
7. Pilih ayam kampung daripada broiler, karena pada umumnya broiler mendapat
suntikan hormon. Buang lemak daging karena tersimpan racun lemak dan masak daging
sampai matang jangan dimakan mentah.
8. Hindari konsumsi obat-obatan, kafein, alkohol dan pil KB.
9. Cermat akan info makanan yang dipercaya mencemari ASI dan berakibat pada si bayi,
seperti sambal (membuat bayi sakit perut), air es (membuat bayi batuk atau
bertubuh besar), makanan asam (bayi kejang otot) dan makanan bergas (mencetus
kolik). Efek berbeda pada setiap ibu & bayi.

Diare

Diare adalah penyakit yang penderitanya tiba-tiba mengalami peningkatan frekuensi BAB (3x atau lebih dalam sehari) dan feses (tinja) yang keluar dalam bentuk cair, terkadang disertai darah atau lendir.
Gejala umum diare seperti perut kembung, kepala pusing dan lemas, sering BAB, terkadang disertai muntah, demam danpendarahan saat BAB.
Penyebabya di antaranya virus, parasit dan bakteri, alergi keracunan makanan atau minuman dan penurunan kekebalan tubuh.

Cara penanganan dan pengobatan yang tepat

Hal terpenting yang perlu dilakukan antara lain :
1. Mencegah terjadinya dehidrasi. Pastikan ada pengganti cairan tubuh yang hilang.
2. Beri makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Beri makanan yang mengandung kalium dan pektin untuk memadatkan tinja dan menyerap racun, seperti buah pisang atau apel.
4. Jika diare disertai demam, muntah atau pendarahan, segera bawa ke dokter, kemungkinan terjadi gejala penyakit lain seperti pneumonia dan gangguan selaput otak.

Pengobatan yang tepat
Saat diare, cairan tubuh menurun drastis sehingga menimbulkan potensi dehidrasi, luka usus bahkan pendarahan di otak. Penanganan yang terlambat bisa menyebabkan kematian, karena itu diare harus segera diobati dengan obat yang tepat.
Pemberian cairan yang mengandung eletrolit memang baik untuk mengatasi dehidrasi, namun pemberian obat diare yang keras bisa membunuh bakteri baik dalam usus yang seharusnya bisa membantu menyembuhkan diare.
Obat diare idealnya harus mampu melindungi selaput lendir (mukosa) pada dinding lambung dari virus, bakteri dan parasit & tetap mempertahankan bakteri baik dalam usus dan juga harus memperhatikan pengaruh terhadap fungsi hati pada si kecil yang masih belum berkembang penuh. Dan juga tanpa efek samping