Diare adalah penyakit yang penderitanya tiba-tiba mengalami peningkatan frekuensi BAB (3x atau lebih dalam sehari) dan feses (tinja) yang keluar dalam bentuk cair, terkadang disertai darah atau lendir.
Gejala umum diare seperti perut kembung, kepala pusing dan lemas, sering BAB, terkadang disertai muntah, demam danpendarahan saat BAB.
Penyebabya di antaranya virus, parasit dan bakteri, alergi keracunan makanan atau minuman dan penurunan kekebalan tubuh.
Cara penanganan dan pengobatan yang tepat
Hal terpenting yang perlu dilakukan antara lain :
1. Mencegah terjadinya dehidrasi. Pastikan ada pengganti cairan tubuh yang hilang.
2. Beri makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Beri makanan yang mengandung kalium dan pektin untuk memadatkan tinja dan menyerap racun, seperti buah pisang atau apel.
4. Jika diare disertai demam, muntah atau pendarahan, segera bawa ke dokter, kemungkinan terjadi gejala penyakit lain seperti pneumonia dan gangguan selaput otak.
Pengobatan yang tepat
Saat diare, cairan tubuh menurun drastis sehingga menimbulkan potensi dehidrasi, luka usus bahkan pendarahan di otak. Penanganan yang terlambat bisa menyebabkan kematian, karena itu diare harus segera diobati dengan obat yang tepat.
Pemberian cairan yang mengandung eletrolit memang baik untuk mengatasi dehidrasi, namun pemberian obat diare yang keras bisa membunuh bakteri baik dalam usus yang seharusnya bisa membantu menyembuhkan diare.
Obat diare idealnya harus mampu melindungi selaput lendir (mukosa) pada dinding lambung dari virus, bakteri dan parasit & tetap mempertahankan bakteri baik dalam usus dan juga harus memperhatikan pengaruh terhadap fungsi hati pada si kecil yang masih belum berkembang penuh. Dan juga tanpa efek samping
